![]() |
| GAYENG, Salah satu anggota Koramil Pangkur yang bertugas sebagai Babinsa ikut meramaikan Budaya Adat Jawa, Nyadran, sebagai wujud manunggalnya Aparatur Negara dengan Masyarakat |
Sebagai wujud syukur atas ketentraman dan kemakmuran di bumi ini, Dusun / Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur – Ngawi melaksanakan agenda rutin tahunan yang wajib dan harus dilakukan. Seni Tari Orek Orek lahir di desa ini. Tidak berlebihan jika desa yang berada di pinggiran Bengawan Madiun ini disebut sebagai Desa Seni dan Budaya karena Seni Tari Orek Orek lahir dari desa ini.
Acara tahunan Bersih Desa atau biasa disebut Nyadran ini dilaksanakan setiap Hari Selasa Kliwon, yang mana untuk tahun 2015 ini bertepatan tanggal 13 Oktober. Warga masyarakat Desa Waruk Tengah nampak guyub rukun. Mereka melakukan syukuran Sedekah Bumi di Punden Waruk, yakni makam atau petilasan pendiri / sesepuh berdirinya Desa Waruk Tengah.
Nampak warga masyarakat guyub rukun membawa ambengan ke Punden Waruk yang disaksikan semua Perangkat Desa Waruk Tengah dan Babinkamtibmas, Sarin. Tarian Gambyong yang diiringi Gamelan Jawa menambah suasana gayeng.
Menurut Kepala Desa Waruk Tengah, Mulyanto, agenda rutin bersih desa atau Nyadran ini merupakan Sedekah Bumi yang bermakna sebagai ungkapan puji syukur atas limpahan rahmat, kedamaian, dan ketentraman serta berkah gemah ripah loh jinawi dari sang kuasa.
"Pendiri Desa Waruk Tengah menurut keterangan sesepuh desa adalah Ki Suro atau Ki Dalem. Kita sebagai pewaris ya wajib nguri-uri peninggalan budaya adat Jawa," terang Kades Waruk Tengah.
"Pendiri Desa Waruk Tengah menurut keterangan sesepuh desa adalah Ki Suro atau Ki Dalem. Kita sebagai pewaris ya wajib nguri-uri peninggalan budaya adat Jawa," terang Kades Waruk Tengah.




0 $type={blogger}:
Posting Komentar