Memasuki
musim penghujan, debit air Bengawan Madiun nampak mulai meluap. Arus
sungai yang deras dan dalamnya bengawan tersebut sempat menghanyutkan 7 orang
di Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur - Ngawi. Atas kesigapan Tim Destana
(Desa Tangguh Bencana), ke-7 korban hanyut berhasil diselamatkan, Kamis
(26/11/2015).
Destana merupakan
program penanggulangan bencana dari pemerintah pusat melalui BNPB yang
ditindaklanjuti BPBD masing-masing daerah. Kabupaten Ngawi merupakan salah satu
daerah yang rawan bencana, termasuk bencana banjir karena diapit oleh sungai
besar yakni Bengawan Solo dan Bengawan Madiun.
Secara
nasional, ada 64 Desa Tangguh Bencana (Destana) yang tersebar di 32 propinsi.
Di Propinsi Jawa Timur ada 8 desa yang mendapat program ini. Sementara
Kabupaten Ngawi mendapat jatah 2 desa yakni Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur
dan Desa Simo Kecamatan Kwadungan.
Korban
yang diketahui oleh warga sekitar berenang untuk menyelamatkan diri.
Mengantisipasi tewasnya korban, Tim Destana Waruk Tengah dengan sigap
melakukan aksi penyelamatan. Atas kekompakan dan koordinasi yang cepat,
dengan menggunakan perahu karet Tim Destana berhasil menyelamatkan ke 7 korban
hanyut tersebut. Itulah gambaran simulasi 'Aksi Penyelamatan 7 Orang
Hanyut Oleh Tim Destana' yang disaksikan langsung oleh BPBD Propinsi Jawa Timur
dan BPBD Kabupaten Ngawi.
Menurut
Kasubag Perencanaan BPBD Ngawi, Bulqis, yang namanya bencana siapapun tidak
mengharapkan. Namun dengan adanya pelatihan dan simulasi ini diharapkan bisa
menanggulangi jatuhnya korban.
"Banyak
pengetahuan yang didapat dengan menjadi relawan Destana, mulai dari langkah
penanggulangan bencana banjir, longsor hingga puting belung. Rencana
Penanggulangan Bencana ini merupakan rencana yang memuat program-program
pra-bencana, saat tanggap darurat, maupun pasca bencana," terang Bulqis di
lokasi simulasi.
Sementara
menurut Sugeng Yanu, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Propinsi Jawa Timur yang
turut menyaksikan simulasi aksi kesigapan Tim Destana Waruk Tengah dalam
penyelamatan korban menuturkan, secara umum tim ini sudah bisa dihandal jika
menghadapi bencana.
"Dari
sisi latihannya sudah bisa dibilang berhasil, namun keberhasilan sesungguhnya
itu di saat ada kejadian, dan harapan kita bencana itu jangan sampai terjadi.
Dengan adanya program desa tangguh, paling tidak kita sudah membekali
pengetahuan kepada relawan cara-cara penanggulangan dan penyelamatan,"
jelas Sugeng Yanu. (*)




Lanjutkan perjuangan kalian....
BalasHapusJalin kekompakan..... Salam Relawan Bogor