Home » , » Program PMT Cegah Gizi Buruk

Program PMT Cegah Gizi Buruk

Kepala Desa Waruk Tengah - Pangkur - Ngawi (kiri) besama UPT Dinas Kesehatan dan Bidan Desa
Program pos gizi tahunan untuk meningkatkan gizi balita di Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur – Ngawi, Dinas Kesehatan Ngawi melalui UPT Pangkur melakukan pedeteksian sejak dini untuk kesehatan balita. Kegiatan rutin setiap tahun itu, juga sebagai kontrol gizi dan pertumbuhan berat badan balita secara kontinu.

Menurut Ibu Kades Waruk Tengah, Yatini yang didamping Bidan desa, Rubi, menerangkan jumlah balita di Desa Waruk Tengah ada 20 jiwa. “Untuk pengawasan dan pencegahan kita lakukan pemeriksaan perkembangan berat tubuh dan gizi anak,” terang Ibu Kades di sela-sela kegiatan Pos Gizi, Selasa (01/12/2015).
Pemeriksaan dengan seksama untuk kesehatan balita

Dokter Ira dari UPT Dinas Kesehatan selaku pihak yang mengawasi program Pos Gizi di wilayah Pangkur menghimbau pada Pos Gizi di masing-masing desa di wilayah Kecamatan Pangkur untuk melakukan pendataan perkembangan balita dan memberi Pendamping Makanan Tambahan (PMT).

“Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan pada makanan yang dinamakan makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Inilah makanan bayi kedua yang menyertai pemberian  ASI. Pemberian PMT ini sebagai langkah pencegahan gizi buruk,” jelas dokter Ira.


Jenis-jenis makanan tambahan meliputi bagi balita;

  • ·      Bubur tepung beras atau beras merah yang dimasak dengan menggunakan cairan atau kaldu daging atau sayuran, susu formula (ASI) atau air
  • ·        Buah-buahan yang dihaluskan atau menggunakan blender seperti pepaya, pisang, apple, melon dan alpukat.
  • ·      Sayur-sayuran dan kacang-kacangan yang direbus kemudian di haluskan menggunakan blender. Pada saat diblender sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar lebih halus. Sayuran dan kacang tersebut adalah kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning, kacang hijau.
  • ·       Daging pilihan yang tidak berlemak, kemudian di blender.
  • ·      Ikan yang diblender. Ikan yang digunakan yang tidak berduri seperti fillet salmon, fillet ikan kakap dan gindara.

SEMANGAT : Ibu dan Balita warga Desa Waruk Tengah kunjungi Pos Gizi

Sementara untuk makanan yang tidak diperbolehkan bagi balita;

  • ·     Makanan yang mengandung protein gluten yaitu tepung terigu, barley, biji gandum dan kue yang terbuat dari tepung terigu. Semua jenis makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung, mual dan diare pada bayi. Hal ini disebabkan oleh reaksi gluten intolerance.
  • ·     Hindari pemberian gula, garam, bumbu masak atau penyedap rasa terhadapa makanan bayi.
  • ·       Makanan terlalu berlemak
  • ·       Buah-buahan yang terlalu asam seperti jeruk dan sirsak
  • ·       Makanan terlalu pedas atau bumbu terlalu tajam.
  • ·     Buah-buahan yang mengandung gas, durian, cempedak. Sayuran mengandung gas, kol, kembang kol, lobak. Kedua makanan tersebut dapat membuat perut bayi kembung.
  • ·  Kacang tanah, dapat menyebabkan alergi atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi sulit bernafas.
  • ·       Kadangkala telur dapat memacu alergi. Berikan secara bertahap dan dengan porsi kecil. Jika bayi alergi segera hentikan.
  • ·        Susu sapi dan olahannya yang dapat membuat bayi alergi atau lactose intolerance.


0 $type={blogger}:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

Kenalkan Potensi Lokal, Desa ini Menggeliat

Blog Archive

Trending

Featured Content Slider

Follow Us @soratemplates

Advertisement

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's.

Facebook

Ads

Never Go Out Style

Subscribe to my Newsletter

About me

Hi there, I’m Sophia – a girl love fashion and love to express herself with her own sense of style.

Popular posts

randomposts

Social

GENRES

Video Of the Day

video example

Facebook

 
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates